oleh

Polemik Pinjaman Daerah, Ketua TG: OKP atau RISWAN yang “Masuk Angin”

TG: OKP yang Mengawal Pinjaman Pemkab Halbar Sudah Teruji

HALBAR,LENTERA.CO.ID – Menanggapi dugaan korupsi Pinjaman Pemkab Halmahera Barat (Halbar) tahun 2018 senilai Rp 159,5 miliar, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halbar mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut) memeriksa Bupati Danny Missy dan Wakil Bupati (Wabup) Ahmad Zakir Mando (AZM). Demikian itu disampaikan Ketua KNPI Halbar, Tamrin Gani (TG), pada sejumlah wartawan, Kamis 9 Agustus 2018 tadi.

Menurut Tamrin, agar dugaan pinjaman Pemkab Halbar yang kini ditangani oleh pihak Kejati Malut tidak lagi menuai polemik dikalangan Masyarakat dan aktivis Halbar, maka KNPI secara kelembagaan meminta Kejati agar segera memproses hingga ada kepastian hukum.

Polemik itu, kata TG, berbagai asumsi telah ditujukan kepada OKP yang mendorong kasus tersebut, seperti yang disampaikan Anggota DPRD Halbar sekaligus ketua Gerakan Pemuda Ansor (Gp Ansor) Riswan Hi Kadam, menuding OKP yang mendorong kasus tersebut “masuk angin”

“Kami (KNPI) meminta Kejati segera melakukan pemeriksaan terhadap Bupati dan Wabup Halbar, karena diduga telah memotori pinjaman itu, sebab keduanya merupakan pucuk pimpinan sudah tentu sangat mengetahui hal tersebut, agar hal ini bisa terang benderang,” pinta TG.

Ia juga mengatakan, KNPI Halbar merupakan salah satu dari sekian OKP yang mengawal dugaan tersebut, menilai apa yang disampaikan Riswan itu tidak berdasar.

“Perlu saya ingatkan, OKP yang mengawal kasus tersebut merupakan OKP yang teruji integritasnya, dan seharusnya apa yang disampaikan Riswan memiliki dasar, agar tidak terlihat seperti Jubir Bupati dan wakil Bupati,” katanya.

TG Menilai pernyataan Riswan sangatlah tidak beretika, karena selaku wakil rakyat hendak memposisikan diri sebagai poros penengah untuk menjembatani keluhan rakyat yang kini selalu menjerit terkait dampak sistemik dari pinjaman pemkab Halbar. “Bukan saling menuding,” kata dia.

“Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah OKP yang ‘masuk angin’ atau Saudara Riswan yang ‘masuk angin’. sesuai dengan pernyataannya Riswan patut diduga yang bersangkutan telah dibayar oleh Bupati dan Wabup Halbar, untuk membuat opini liar agar menutupi isu kasus pinjaman itu,” ucapnya.

Senada juga disampaikan Mantan Ketua GMNI Halbar, M Idhar Bakri dalam menanggapi pertanyaan yang disampaikan Riswan Riswan Hi Kadam.

“Seharusnya seorang wakil rakyat tidak memberi tanggapan seperti itu, walaupun yang dia komentar itu mengatasnamakan GP Ansor. Namun perlu dia sadari bahwa jabatan yang melekat pada dirinya itu sebagai seorang wakil rakyat, hal ini terkesan tidak beretika dan mencoba untuk membangun opini liar terkait pinjaman pemkab Halbar senilai 159,5 M tersebut,” jelasnya.

Sebab, Lanjut M Idhar, OKP yang dituding ‘Masuk Angin’ memiliki data otentik terkait kasus pinjaman tersebut. jadi kami harapkan kepada Riswan agar bersikaplah sebagai wakil rakyat. “Jangan asal bicara, mari kita uji kebenarannya melalui forum resmi dan diundang seluruh elemen dan OKP se Halbar,” tantang Idhar.

Red: Chull

Download

Komentar

Berita Lainnya