oleh

dJAMAN Desak Dishub Tikep Cabut Larangan Motor Kayu

TERNATE, LENTERA.CO.ID — Kebijakan pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan melalui dinas perhubungan bersama pihak otoritas pelabuhan yang melarang kapal kecil (Motor Kayu) mengangkut kendaraan roda dua dari Tidore Ke Ternate atau sebaliknya, perlu di kaji kembali. Demikian itu disampaikan ketua Umum dJaringan Mahasiswa Nuku (dJAMAN) Maluku Utara melalui rilis yang disampaikan pada reporter media ini, Jumat, 3 Agustus 2018 di secretariat dJAMAN, Kota Ternate.

“Kebijakan tersebut harus mempertimbangkan mata pecaharian yang selama ini di lakukan oleh ABK, demi menafkahi keluarga dan biaya pendidikan anak mereka. Lagi pula selama ini aktifitas pelayanan kapal kecil yang mengangkut kendaraan roda dua ini tidak terlalu beresiko bagi keamanan pelayaran,” kata ketua Umum dJAMAN, Imran Husen.

BACA Penertiban Motor Kayu, ABK: Pemerintah Bunuh Rakyat

Menurutnya, sejauh ini belum ada ancaman keselamatan khusunya untuk Kapal kecil pengangkut kendaraan motor tersebut sehingga bisa dikatakan efektif dalam melayani aktifitas masyarakat antar ke dua kota ini. Itu sebabnya, kata Imran, sangat menyayangkan pihak pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengeluarkan kebijakan tersebut.

”Saya sangat menyayangkan kebijakan dari Dinas Perhubungan bersama otoritas pelabuhan terkait pelarangan ini. kebijakan itu sama halnya dengan membuat ABK semakin sulit mencari nafkah. Kebijakan ini sangat merugikan bagi ABK motor kayu baik dari Tidore ke Ternate dan sebaliknya terkait dengan pendapat mereka. oleh karena itu dari pihak dinas perhubungan Kota Tidore Kepualauan sebaiknya membatalkan kebijakan tersebut,” katanya.

Itu sebabnya, lanjut dia, dJAMAN secara kelembagaan tetap menolak kebijakan dari dinas perhubungan Kota Tikep terkait pelarangan angkut kendaraan motor dengan kapal kecil ini. Bahkan dJAMAN Maluku Utara tak segan-segan menduduki dinas terkait jika mereka tidak mengevaluasi kebijakan itu.

“Kalaupun dari pihak Dinas Perhubungan tetap bersikeras untuk menjalankan peraturannya, maka kami akan bekerja sama dengan beberapa organisasi mahasiswa yang ada di kota ternate akan menduduki Dinas Perhubungan Tikep dan mendesak mereka untuk mencabutnya,” tegasnya.

Red: Jun

Komentar

Berita Lainnya