oleh

Wakil Walikota Tidore Dilaporkan ke Polda Malut

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Mantan Wakil Walikota Ternate, Arifin Jafar melaporkan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Senen ke pihak kepolisian atas perbuatan tidak menyenangkan, dimana Muhammad Senin mendorong dirinya secara fisik sampai saya tergeletak di lantai.

Hal ini terjadi usai perhitungan rekapitulasi hasil suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara (Malut) oleh komisi pemilihan umum (KPU) di tingkat provinsi Malut, pada tanggal Sabtu, 7 Juli 2018 kemarin. Bahwa, Wakil Walikota Tidore, Muhammad Senin mendorong yang mendorong Arifin Jafar hingga terjatuh di lantai itu, hanya ingin merebut berkas asli C1 dan DA dari hasil pleno Kabupaten/Kota yang dimiliki Paslon AHM-RIVAI.

Tim hukum sekaligus pengacara Abdullah Taher dan saksi AHM-RIVAI bersama Arifin Djafar mendatangi kantor Diskrimun Polda Malut. Kelurahan Gamalama kota Ternate Tengah pada Senin, 9 Juli 2018, pada pukul 3:30 WIT

Arifin Djafar saat di wawancara oleh media mengaku akan pengajuankan gugatan pada Muhamad Sinen atas perbuatan tidak menyenangkan dan tindak pidana penganiayaan pada dirinya.

“Proses penganiayaan Muhammad sinen terhadap saya yaitu, mendorong secara fisik sampai saya tergeletak di lantai, hanya ingin merebut berkas asli C1 dan DA dari hasil pleno Kabupaten/Kota yang dimiliki pasangan AHM-RIVAI,” katanya.

Arifin mengatakan, kapasitas Muhammad Sinen sebagai ketua partai dalam ketentuan undang-undang tidak harus memasuki ruangan bahkan membuat keributan. “Sesuai mandate, dia bukan saksi karena saksi hanya dua orang, yakni Ahmad Rivai dan Asrul Rasid,” terangnya. Lanjut dia, “Saya sebagai peserta rapat pleno, harus ada di dalam ruangan”.

Dia juga mengatakan, laporan tersebut khusus pribadi Muhammad Sinen sebagai ketua DPD PDIP Malut maupun wakil walikota Tidore.

“Saya melaporkan atas nama pribadi dan atas nama saksi AHM-RIVAI. Bukti-bukti yang di kantongi berupa Video/foto disertakan fisum dokter,” ujarnya.

Sementara Abdullah Kahar menambahkan, bahwa pihaknya sudah mengajukan laporan secara resmi terhadap perbuatan Muhammad Sinen. “Insiden ini kalau dilihat dari Video, sangat jelas melakukan kekerasan kepada Arifin Djafar. Bukan secara pribadi, tapi tim AHM-RIVAI karena Arifin Djafar mendapat mandat sah pendukung AHM-RIVAI,” tutur Abdullah.

“Kami dari Tim AHM-RIVAI merasa tersinggung tidak bisa menerima secara hukum atas perbuatan tersebut. Olehnya, hari ini kami secara resmi laporkan perbuatan ke Reskrim Polda Malut untuk di proses secara hukum. Kami percaya Polda Malut adalah institusi yang bisa membawa proses ini sampai pada titik ahir,” tutup Abdullah.

Red: Hana

Komentar

Berita Lainnya