oleh

Sri Mulyani Tutup Mulut Saat Ditanya THR Dan Gaji Ke 13

JAKARTA, LENTERA.CO.ID — Menteri Keuangan Sri Mulyani memilih tutup mulut ketika ditanya pembayaran THR dan Gaji ke 13 PNS, yang saat ini dibebankan kepada APBD.

Bekas penghuni Bank Dunia itu lebih tertarik menjelaskan soal penambahan kuota subsidi untuk Pertamina dan PLN ketimbang THR dan gaji 13 yang digembar-gemborkan sebelumnya.

Peristiwa itu terjadi ketika Sri ditanya wartawan terkait pembayaran THR dan gaji ke 13 PNS. Dua kali pertanyaan terkait itu, Sri tetap mengunci mulutnya rapat-rapat. Saat ditanya kuota subsidi untuk Pertamina dan PLN dia baru bersuara.

Diketahui, dalam surat bernomor 903/3387/SJ dan ditujukan kepada Bupati dan wali kota di seluruh Indonesia mengenai pemberian THR dan gaji 13 yang bersumber dari APBD.

Poin keenam dari surat edaran yang ditandatangani oleh Tjahjo Kumolo itu menyebutkan bagi daerah yang belum menyediakan/tidak cukup tersedia anggaran THR dan gaji 13 dalam ABBD tahun 2018, pemerintah daerah segera menyediakan anggaran THR dan gaji 13 dimaksud dengan cara melakukan penggeseran anggaran yang dananya bersumber dari belanja tidak terduga, penjadwalan ulang kegiatan dan atau menggunakan kas yang tersedia.

Lalu poin ketujuh, penyediaan anggaran THR dan gaji 13 atau penyesuaian nomenklatur anggaran sebagaimana tersebut pada angka 6 dilakukan dengan cara merubah penjabaran APBD tahun 2018 tanpa menunggu perubahan APBD tahun 2018 yang selanjutnya diberitahukan kepada pimpinan DPRD paling lambat 1 bulan setelah dilakukan perubahan penjabaran APBD dimaksud.

Hanya saja, Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai kebijakan pemerintah khususnya Kementerian Dalam Negeri yang melimpahkan pembayaran Tunjangan Hari Raya dan gaji 13 kepada APBD tidak memiliki kekuatan hukum.

Karena, pemerintah terutama pemerintah daerah tidak punya dasar hukum melakukan pembayaran THR dan gaji ke 13 itu. Terlebih, pembayaran THR dan gaji 13 juga tidak dapat dipecahkan dengan cara menggeser mata anggaran dalam APBD.

Source: Telusur/ipk

10 september

Komentar

Berita Lainnya