oleh

Bupati Halsel Terima Penghargaan International

HALSEL, LENTERA.CO.ID — Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan membangun Malaria Center sebagai pusat pengendalian Malaria karena penyakit Malaria didaerah ini pernah mengakibatkan lebih dari 220 orang meninggal di tahun 2003. Tahun 2003 juga merupakan awal Kabupaten Halmahera Selatan terbentuk dan pada tahun 2007 diberbagai wilayah Halsel terkena Kejadian Luar Biasa (KLB)

Sejak saat itu, upaya penanggulangan Malaria dilakukan secara terpadu dengan keterlibatan seluruh lintas sektor pemerintah dan Ketua DPRD yang saat itu di jabat oleh Bupati Halsel Bahrain Kasuba dengan membuat beberapa terobosan inovatif yang dilakukan diantaranya adalah pengalokasian 40% dari Alokasi Dana Desa tahun 2007 dan 2008 untuk penanggulangan Malaria ditingkat desa, pemberdayaan masyarakat dan pengesahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Penanggulangan Malaria

Dari upaya tersebut berhasil menurunkan angka kesakitan Malaria dari Annual Parasite Incedence (API) sebesar 30 per 100 penduduk di tahun 2007 turun menjadi 0,8 per 100 penduduk di tahun 2017.

Ini menunjukkan bahwa upaya bersama Pemerintah Daerah dengan masyarakat mampu mengatasi masalah yang dulunya banyak mengakibatkan kematian dan kesakitan akibat malaria.

Untuk mendorong percepatan eliminasi Malaria Pemerintah dibawah kepemimpinan Bupati Halsel Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim melakukan terobosan baru dengan menggunakan aplikasi Lapor Cepat Kasus (Lacak) Malaria.

Aplikasi Lacak Malaria merupakan sebuah aplikasi berbasis TIK yang bertujuan untuk memudahkan Malaria Center dalam mendeteksi, melaporkan dan menangani kasus Malaria secara cepat.

Dengan adanya aplikasi Lacak Malaria ini, Pemerintah Kabupaten Halsel kembali mendapatkan penghargaan di bidang kesehatan bertaraf internasional dan akhirnya masuk nominasi 5 besar pada kategori e- Health mengalahkan 700 peserta dari seluruh dunia

Penghargaan Lacak Malaria diterima langsung oleh Bupati Halsel Bahrain Kasuba pada event yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa Swiss pada 23 Maret 2018 kemarin.

Sekembalinya dari Jenewa, Swiss, Bupati Halsel menggelar Conference Press atas penghargaan PBB pada Forum World Summit On Information Of Society (WSIS), atas Lapor Cepat Kasus Malaria (Lacak Malaria). Selasa (27/03/18) kemarin yang bertempat di Hotel 88 Tendean Jakarta.

Conference Press ini dihadiri oleh beberapa media nasional yaitu CNN, TV ONE, TVRI, Global, JPNN, Okezone, Liputan 6, Fajar dan Tribunews.

Tujuan Conference Press ini adalah untuk mempublikasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa daerah kecil di bagian Timur Indonesia dengan penanggulangan Malaria terbaik, akhirnya bisa bersaing dengan beberapa negara yang ada di dunia.

Kemudian pada (30/03/18) Bupati beserta rombongan akhirnya tiba di Bumi Saruma dan dijemput oleh seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kab. Halsel, serta langsung melakukan konvoi sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi yang telah dicapai.

Pada kesempatan yang sama Bupati Halsel Bahrain Kasuba menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang telah dicapai.

“Mari bangun Halmahera Selatan agar lebih baik dan terbebas dari Malaria 2021, walaupun sederhana tetapi Halsel akan tumbuh dengan inovasi-inovasi terbaru, dan bisa mendapatkan penghargaan-penghargaan terbaik serta dikenal secara nasional dan internasional”, harap Bupati.

Sumber: Humas

10 september

Komentar

Berita Lainnya